Rabu, 19 Juni 2013

Galakkan Transmigrasi

Sebenarnya ada salah satu solusi pengentasan kemiskinan yang selama ini dilupakan pemerintah. Gaung transmigrasi pada Orde Baru memang sangat terdengar. Namun seiring dengan lahirnya era reformasi, perlahan program pemerataan penduduk yang ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat itu redup dengan sendirinya. Bisa jadi karena program tersebut memerlukan dana besar, pengaturan yang cukup rumit, atau ada kendala teknis lainnya.

Sudah umum diketahui, transmigrasi adalah program yang diadakan pemerintah untuk menyebarkan penduduk yang terkonsentrasi di Jawa ke luar Jawa. Biasanya peserta transmigrasi dikirim ke daerah yang jarang penduduknya atau wilayah yang memiliki lahan luas, tapi tidak terurus.

Selain bisa mengurangi kepadatan penduduk di Jawa, tentu pula bisa menjadi sarana efektif mengurangi masalah sosial di masyarakat. Jika seandainya transmigran di daerah asalnya hanya menjadi pengangguran maka program itu sekaligus menyediakan lapangan pekerjaan. Namun bukan berarti dengan diadakannya transmigrasi pemerintah mentransfer masalah di Jawa ke daerah tujuan. Tidak seperti itu.

Konteksnya adalah soal penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan masyarakat. Dengan mengikuti program transmigrasi, peserta bakal mendapat tanah garapan seluas dua hektare untuk dikelola. Mereka pasti bakal berjuang agar lahan yang didapatkannya itu dapat menghasilkan. Jika tidak, tentu sangat aneh sebab mereka mau tak mau harus menghidupi keluarganya.

Teori yang berkembang, para perantau biasanya memiliki sikap lebih disiplin daripada tinggal di daerahnya. Selain ingin memberikan kabar gembira bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan, mereka juga kepalang tanggung kalau tidak sukses di tanah rantau.

Efek multiplier yang ditimbulkan adalah lahan garapan bisa produktif dan menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu tertentu. Bila transmigran bisa mengelola hutan perawan atau memanfaatkan lahan tidur menjadi sarana permukiman baru, pasti dapat mempercepat roda perekonomian suatu daerah Itu baru penjelasan sederhana.

Apalagi jika program itu dirancang masif, sistemik, dan diikuti puluhan ribu peserta. Bisa dijamin dampaknya pasti luar biasa besar bagi program pengentasan kemiskinan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi. Meski biaya yang dikeluarkan pemerintah sangat besar, tapi dana itu akan kembali dengan nilai peningkatan taraf kesejahteraan mereka.

Program transmigrasi juga sangat menguntungkan daerah yang kekurangan tenaga kerja usia produktif di bidang pertanian. Apalagi ke depannya program itu didorong untuk memajukan daerah tertinggal dan transmigran dikirim ke kawasan perbatasan yang selama ini jauh dari kemakmuran. Jika rencana itu bisa direalisasikan, transmigrasi dapat menjadi program unggulan pemerintah sebagai solusi pengentasan kemiskinan.

0 komentar:

Posting Komentar